Dewan Minta Pemerintah Ambil Tindakan Tegas Kasus Dugaan Perundungan di SMP Nasima Semarang

2 Min Read
Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo saat dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan. Foto: istimewa

SEMARANG | kawanbisnis.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Semarang dalam Fraksi PDI-P menyoroti aduan warga yang anaknya menjadi korban perundungan dan pengeroyokan di SMP Nasima Semarang.

Ketua Fraksi PDI-P , Rahmulyo Adi Wibowo menegaskan pihaknya meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani kasus tersebut serta memberikan pendampingan kepada korban.

Menurut dia, Dinas Kota Semarang harus segera memanggil pihak sekolah guna meminta penjelasan dan menentukan langkah yang akan diambil terkait kasus tersebut.

“Kami sudah menindaklanjuti dengan meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk segera memanggil pihak sekolah dan mengambil sikap terkait keputusan yang akan dilakukan,” kata Rahmulyo kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Selain itu, Fraksi PDI-P juga meminta Disdik memberikan layanan konseling dan pendampingan psikologis kepada korban. Menurut laporan keluarga, korban mengalami trauma mendalam pascakejadian, termasuk rasa takut saat melihat toilet maupun berada di tengah kerumunan orang.

Rahmulyo juga mendorong keterlibatan DP3A Kota Semarang untuk memberikan pendampingan psikologis dan perlindungan anak.

“Penanganan kasus tidak boleh terhambat meski saat ini Disdik sedang fokus pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB),” imbuhnya.

Di sisi lain, Fraksi PDI-P telah berkomunikasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang agar kasus tersebut mendapat perhatian dan penanganan lebih lanjut.

Rahmulyo menegaskan Kota Semarang yang menyandang predikat Kota Layak Anak harus berupaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan.

“Tidak ada alasan yang membenarkan tindakan bullying, termasuk jika korban dianggap memiliki kesalahan tertentu,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan yang diterima dari orang tua korban, dugaan pengeroyokan dilakukan oleh tiga siswa dengan peran berbeda. Korban disebut mengalami luka lebam pada bagian tubuh dan telah menjalani visum untuk kepentingan penyelidikan.

Fraksi PDI-P berharap seluruh elemen masyarakat turut aktif melaporkan apabila menemukan kasus perundungan agar kejadian serupa tidak terus berulang di lingkungan pendidikan. (*)

Share This Article