Khitan Ceria GP Ansor Jateng Sukses Layani 770 Anak, RSI Sultan Agung Siap Lanjutkan Kolaborasi

4 Min Read
Ketua GP Ansor Jateng Muhammad Shidqon Prabowo bersama Direktur RSI Sultan Agung Semarang Agus Ujianto saat diwawancarai disela kegiatan Khitan Ceria. Foto: rh/kawanbisnis.com

SEMARANG | kawanbisnis.com yang digelar Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah berkolaborasi dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang sukses melayani 770 anak, Sabtu (27/6/2026).

Memperhatikan hal itu m, kedua belah pihak menyatakan siap kembali berkolaborasi dalam berbagai kegiatan.

Pelayanan ini menjadi bentuk nyata Ansor sebagai khadimul ummah dan peran pengabdian kepada masyarakat RSI Sultan Agung. Lebih dari itu, membuka peluang kerja sama berkelanjutan di bidang kesehatan, dan pemberdayaan umat.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr. M. Shidqon Prabowo, SH, MH, mengatakan program tersebut merupakan implementasi semangat khadimul ummah atau pelayan masyarakat yang selama ini menjadi komitmen GP Ansor.

“Kegiatan Khitan Ceria ini merupakan bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. Alhamdulillah kami berkolaborasi dengan RSI Sultan Agung yang memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya disela kegiatan.

Gus Shidqon, sapaan akrabnya melanjutkan, meskipun khitan massal berskala besar baru pertama kali diselenggarakan GP Ansor Jawa Tengah, organisasinya telah beberapa kali mengadakan kegiatan di bidang kesehatan, termasuk membantu korban banjir dan gempa di Jawa Tengah.

Semula, kata ia, GP Ansor menargetkan sekitar 3.333 peserta sebagai upaya memecahkan rekor MURI. Namun karena keterbatasan waktu persiapan, jumlah peserta yang berhasil dihimpun mencapai 770 anak.

“Ini pengalaman pertama bagi kami. Dengan persiapan yang relatif singkat, mampu menghadirkan 770 peserta sudah menjadi pencapaian yang sangat baik. Ke depan kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.

Direktur Utama , dr. Agus Ujianto, MSi Med, Sp.B, FISQua menjelaskan, rumah sakit mendukung penuh kegiatan tersebut dengan mengutamakan aspek keselamatan pasien dan standar pelayanan medis.

Sebanyak 770 peserta dilayani di tiga lokasi, yakni RSI Sultan Agung, Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut. Seluruh proses dilakukan menggunakan fasilitas rumah sakit agar standar sterilitas, keamanan, serta penanganan medis dapat terjaga secara optimal.

“Kami memilih pelaksanaan di lingkungan rumah sakit karena jumlah peserta sangat besar. Dengan demikian seluruh peralatan steril, tenaga medis, hingga penanganan apabila terjadi kondisi yang tidak terduga dapat dilakukan lebih cepat dan sesuai standar,” jelasnya.

Ia mengakui kegiatan tersebut menjadi pengalaman terbesar bagi RSI Sultan Agung dalam penyelenggaraan khitan massal. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Kerja Sama Berkelanjutan

Lebih jauh Agus menyampaikan, bahwa kerja sama dengan GP Ansor tidak berhenti pada kegiatan khitan massal. Ke depan kedua pihak akan mengembangkan kolaborasi dalam bidang promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pelatihan kader kesehatan, hingga membuka akses pendidikan bagi kader GP Ansor di lingkungan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).

“Kami ingin mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui GP Ansor. Pelatihan kader, edukasi kesehatan, hingga kesempatan melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran, Keperawatan, maupun Kebidanan menjadi bagian dari rencana kerja sama jangka panjang,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, GP Ansor Jawa Tengah dan RSI Sultan Agung berharap pelayanan kesehatan masyarakat semakin mudah dijangkau sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya khitan yang aman, dilakukan oleh tenaga medis profesional, serta menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan anak.

Selain memberikan manfaat langsung bagi peserta, kegiatan Khitan Ceria juga menjadi contoh sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan institusi kesehatan dalam memperkuat pelayanan sosial, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta mendorong pemberdayaan umat secara berkelanjutan. (*)

Share This Article