Ahmad Luthfi Ingatkan Banser Garda Depan Perjuangan dan Benteng Terakhir NKRI

2 Min Read
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat menghadiri pembukaan Susbanpim Angkatan VIII di Pusdiklat Bimas Lemdiklat Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2206). Foto: dokumentasi

SEMARANG | kawanbismos.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengingatkan bahwa Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan garda depan perjuangan sekaligus benteng terakhir Negara Kesatuan Republik Indonesia ().

“Banser merupakan garda terdepan dan tulung punggung benteng terakhir NKRI, perekat institusi dan sebagainya,” ujarnya.

Orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu menegaskan hal itu saat menghadiri pembukaan Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) di Pusdiklat Bimas Lemdiklat Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026).

Sebagai Banser, lanjutnya, harus memiliki karakter Ahlussunah Wal-Jamaah (Aswaja) ketika berada di tengah masyarakat. Selain itu harus memiliki nyali untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan pemerintah.

Ia menyontohkan globalisasi membawa dampak yang berbeda di tiap . Maka, menurut Luthfi, kader Banser harus mampu meredam agar masyarakat tidak pamas.

Ia bilang, ada kelompok yang merasa benar sendiri dan seolah hanya dia yang masuk surga. Sehingga yang lain dianggap kafir. Perilaku kelompok intoleran tersebut mengakibatkan pandangan terhadap pemerintah sebagai thaghut.

Sejalan dengan persoalan tersebut, ia mengingatkan bahwa Banser harus bisa lunak dalam melakukan tindakan pencegahan.

“Banser tidak dididik untuk melakukan penegakan tapi dalam aspek pencegahan. Ini penting. Saya pengen Banser muncul di sana,” tegasnya.

Ia mengakui, Banser selalu hadir dalam aksi dan kemanusiaan seperti kebencanaan, pengamanan sebuah kegiatan keagamaan dan sebagainya.

Ketua Panitia Susbanpim Angkatan VIII sekalian Ketua PW Jateng, Muhammad Shidqon Prabowo melaporkan, kegiatan dilaksanakan selama sepekan, yakni dari tanggal 12 hingga 17 Mei 2026.

Ia menyebut peserta yang telah lolos seleksi dan berhak mengikuti pelatihan sebanyak 105 peserta.

Mereka berasal dari Jawa, Aceh, Sumatra, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Semua peserta adalah kader terbaik, dan buktikan bahwa anda semua memang benar-benar kader terbaik dan layak menjadi pemimpin,’ pungkasnya. (*)

Share This Article