Verifikasi Lebih dari 300 Titik SPPG di Cilacap, 100 Tidak Penuhi Syarat, Lokasi Tidak Ada Bangunan

3 Min Read
Dari kiri, Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno, Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, dan Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono saat audiensi dengan mitra SPPG dan APPSI di Cilacap. Foto: dokumentasi

CILACAP | kawanbisnis.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, , mengungkapkan hasil verifikasi lapangan menemukan sejumlah titik calon Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak sesuai dengan data yang diajukan. Dia menyebut dari lebih dari 300 titik yang muncul, sekitar 100 titik diketahui belum memenuhi syarat karena tidak terdapat bangunan, masih berupa rumah tinggal, atau berada di lokasi yang tidak sesuai peruntukan.

“Kami ingin pelaksanaan di Cilacap tertib dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat sehingga manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, langkah penataan SPPG dilakukan setelah muncul kasus keracunan yang menimpa lebih dari 100 siswa di wilayah Cilacap Utara akhir April lalu. Pemerintah kemudian melakukan evaluasi dan memperketat persyaratan pendirian dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari kelayakan bangunan, sertifikasi halal, dokumen lingkungan, hingga kesesuaian tata ruang.

Meski demikian, Ammy memastikan Program MBG tetap berjalan. Namun, pelaksanaannya harus dibenahi melalui memperketat pengawasan SPPG.

“Program MBG tidak akan dihentikan di Kabupaten Cilacap. Yang perlu dilakukan adalah memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan dan ketentuan yang berlaku,” kata Ammy.

Menurut dia, tujuan utama MBG adalah meningkatkan kualitas gizi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai upaya menekan stunting serta menyiapkan generasi yang lebih sehat. Karena itu, kualitas makanan, higienitas dapur, dan kepatuhan terhadap standar operasional menjadi aspek yang tidak bisa ditawar.

Pernyataan tersebut disampaikan Ammy saat menerima audiensi DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Cilacap, Paguyuban Mitra SPPG, dan Paguyuban Tani Merdeka di Ruang Rapat Wakil Bupati Cilacap.

Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno dan Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono ikut mendampingi Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menerima audiensi dengan mitra SPPG dan APPSI Cilacap.

Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Cilacap, Mustangin Mulyana, menyatakan dukungannya terhadap program MBG sebagai salah satu upaya menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus membantu sektor perdagangan, peternakan, dan pertanian lokal.

Menurut Mustangin, para pedagang pasar melihat MBG sebagai bagian dari rantai ekonomi yang melibatkan banyak pelaku usaha kecil. Karena itu, pihaknya menolak berbagai upaya yang dinilai dapat mengganggu keberlangsungan program tersebut.

“Kami mendukung penuh program MBG dan berharap pelaksanaannya terus diperbaiki agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun dampak ekonomi yang ditimbulkan,” katanya.

Sebagai informasi, audiensi berlangsung setelah aksi damai di Alun Alun Cilacap, yang diikuti ribuan mitra SPPG, pedagang pasar, peternak, dan petani. Dalam kesempatan tersebut, peserta menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG sekaligus mendorong pemerintah daerah memastikan tata kelola SPPG berjalan lebih tertib, transparan, dan sesuai aturan. (rh)

Share This Article