Difabel Kota Semarang Jadi Inspirasi Aksi Kemanusiaan

3 Min Read
Pemberian penghargaan dan cinderamata bagi para difabel yang melakukan donor darah di SMAN 04 Kota Semarang pada peringatan Hari Donor Darah Internasional, Selasa (19/5/2026). Foto: kawanbisnis.com

SEMARANG, | kawanbisnis.com atau difabel bukan berarti hanya menjadi objek penerima bantuan atau penerima manfaat. Namun mereka juga memiliki hak yang sama dalam aksi kemanusiaan. Pada hari Donor Darah Internasional, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menggandeng sejumlah difabel untuk terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan donor darah sukarela. Difabel menjadi inspirasi aksi kemanusiaan.

“Mereka (difabel) ini kita harapkan dapat memberikan motivasi kepada para siswa untuk aksi kemanusiaan donor darah,” ujar ketua , Dr. dr. Awal Prasetyo, M. Kes., Sp.THT(KL)., MM(ARS) usai Talkshow peringatan Donor Darah Internasional di SMAN 04 Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (19/5/2026) siang.

“Kegiatan ini kita harapkan memberikan inspirasi dan edukasi aksi kemanusiaan yang kongkrit kepada orang muda, khususnya para siswa SMAN 04 Kota Semarang tentang perlunya donor darah,” katanya

Donor darah, kata dia, tidak mengenal batasan difabel atau bukan sejauh bisa memenuhi kriteria layak untuk mendonasikan darah. Maka, PMI mengajak para penyandang disabilitas melakukan donor darah pada momen peringatan Hari Donor Darah se-dunia ini.

“Tidak ada batas fisik yang menjadi syarat, maka tadi kita saksikan teman-teman penyandang disabilitas dan lansia juga melakukan donor darah,” jelasnya.

Terkait para difabel yang menerima penghargaan pada kesempatan itu, Awal mengaku meski baru pertama kali namun sebagai bentuk apresiasi penghargaan tersebut diberikan tanpa memandang jumlah.

Meski demikian, ia memastikan ada banyak pendonor darah aktif di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang yang berasal dari kalangan difabel. Mereka menyumbangkan darah secara langsung ke UDD PMI maupun dalam even kegiatan PMI.

“Ada juga yang lebih dari 30 kali. Bahkan tadi ada Mbak Tere yang sudah lebih dari 50 kali donor darah. Mbak Tere dengan disabilitas anggota gerak sebelah kiri,,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya, PMI Kota Semarang mendorong generasi muda untuk ikut aktif dalam kegiatan donor darah.

Menurut dia, donor darah sukarela merupakan bagian dari aksi kemanusiaan kepahlawanan karena memberikan bagian dari tubuh untuk menyelamatkan seseorang tanpa tendensi dan tanpa pandang siapa yang bakal menerima darah.

Sementara, Kepala SMAN 04 Kota Semarang, Sri Wahyuni mengapresiasi PMI Kota Semarang yang telah memberikan semangat kepada segenap civitas di sekolahnya. Menurutnya, aksi kemanusiaan donor darah merupakan bagian dari kebutuhan pendampingan pembentukan karakter siswa.

“Sehingga nanti bisa menjadikan manusia yang sehat tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani karena membentuk karakter yang peduli terhadap kemanusiaan,” tuturnya.

Menurutnya, ada banyak kegiatan sekolah yang melibatkan berbagai pihak pada bidang seperti Sekolah Sehat, Sekolah Adiwiyata, Sekolah Ramah Anak, dan Sekolah Berintegritas.

Terkait rencana untuk menggelar donor darah sukarela di SMAN 04 Kota Semarang, ia menyebut bisa dilakukan tiga kali dalam setahun.

Insya Allah kalau bisa setahun tiga kali karena kan yang namanya orang membutuhkan darah itu bisa sewaktu-waktu ya,” pungkasnya. (*)

Share This Article