Lantik Ratusan Anggota Baru KSR, PMI Dukung Kompetensi Kampus dalam Penanggulangan Bencana

4 Min Read
Ketua PMI Kota Semarang, Awal Prasetyo saat menyampaikan sambutan arahan upacara Hari Palang Merah Internasional, Sabtu (9/5/2026). Foto: kawanbisnis.com

SEMARANG | kawanbismis.com – Sebanyak 490 mahasiswa dari berbagai kampus dilantik sebagai anggota baru Korps Sukarela (KSR) di depan kantor markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, Jl. Mgr Sugiyopranoto 35, Pendrikan Kidul, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Nampak ratusan relawan mengenakan seragam serba merah dengan atribut PMI berbaris rapi pada Sabtu (9/5/2026) pagi yang cerah ini. Mereka mengikuti upacara peringatan Hari Palang Merah Internasional sekaligus mengikuti pelantikan.

Dengan kompak, mereka mengucap sumpah setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, berbakti kepada orang tua, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan

Ketua PMI Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo mengatakan peringatan Hari Palang Merah se-dunia mengangkat tema Pelantikan korps sukarela unit kota Semarang secara bersama di hari peringatan palang merah se-dunia ingin menunjukkan peran relawan, khususnya korps sukarela menjadi tulang punggung kemanusiaan.

Maka mereka harus menjadi yang terdepan dalam menjaga nilai kemanusiaan Ia menegaskan, setiap relawan harus mengikuti serangkaian pelatihan untuk mendapatkan kompetensi dasar dan meningkatkan kapasitas untuk dapat menolong

“Mereka harus paham dulu prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, kemudian tentu saja harus sehat secara fisik, mental dan ,” jelasnya.

Dukung Kompetensi Kampus

Ketua Bidang dan Kota Semarang, Wiwit Rijanto menyatakan siap untuk mendukung mahasiswa agar memiliki kompetensi kebencanaan.

“Harapan kami, PMI Kota Semarang, semua perguruan tinggi itu bisa tampil di situ (kebencanaan). Memang saya lihat ada beberapa perguruan tinggi yang aktif, begitu ada bencana langsung muncul,” ungkapnya.

Ia menilai, kepedulian tersebut merupakan modal dasar dalam gerakan kemanusiaan. Selanjutnya, mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Pembacaan ikrar sebagai relawan PMI dalam upacara peringatan Hari Palang Merah Internasional. Foto: kawanbisnins.com
Pembacaan ikrar sebagai relawan PMI dalam upacara peringatan Hari Palang Merah Internasional. Foto: kawanbisnins.com

Pelibatan relawan dari perguruan tinggi memang jarang dilakuka, kata dia, maka potensi tersebut harus dimaksimalkan dengan peningkatan kompetensi sebagaimana standar kurikulum PMI.

Ia menyebut mahasiswa dari fakultas terkait bisa dididik menjadi tenaga terlatih dalam pertolongan pertama dan evakuasi.

Tenaga Pelatih

Wiwit menjelaskan, kegiatan pelantikan serentak akan terus berlanjut setiap tahun. Sebab, pelantikan serentak karena lebih efektif dari sisi waktu, tenaga, pendanaan dan sebagainya.

Kata Wiwit, tahapan menjadi anggota KSR dimulai dari pendaftaran, orientasi kepalangmerahan, pelatihan dan dasar hingga pilihan spesialisasi dan menjadi fasilitator atau pelatih.

“Ini semua sama, kita Diklat bareng sampai pelantikan nanti juga bersama,” jelasnya.

Setelah pelantikan ini, lanjutnya, PMI akan memperkuat database keanggotaan di perguruan tinggi. Dengan harapan gerakan kepedulian terhadap lingkungan dan kebencanaan bisa dilakukan oleh kampus.

Selain itu, anggota KSR juga bisa mengikuti pelatihan spesialisasi lain seperti asesmen, dapur umum, perawatan keluarga dan sebagainya. Kemudian, mereka juga bisa dimobilisasi sebagai tenaga pelatih di sekolah setelah mengikuti pelatihan fasilitator.

Ia mengakui banyak sekolah yang memiliki unit Palang Merah Remaja (PMR), namun tenaga pelatih sering diisi oleh para alumni sekolah yang belum tentu memiliki kompetensi sesuai aturan dan panduan Manajemen Relawan.

“Kalau hanya mengandalkan KSR di markas PMI Kota Semarang tidak cukup. Posko 24 jam itu saja sudah menyerap tenaga, belum yang lainnya,” urainya. (*)

Share This Article