RSINU Demak Kolaborasi dengan SCCR Indonesia Hadirkan Layanan Poli Stem Sell dan Riset Kanker

3 Min Read
Direktur RSINU Demak, dr. Abdul Aziz. M.Kes, MKM (ARS), CPCCP bersama direktur CSSR Indonesia, dr Rita Agustina ,M.Biomed menunjukka naskah kerja sama seusai penanganan di Hotel Amantis Demak, Sabtu (11/7/2026). Foto: dokumentasi

DEMAK | kawanbisnis.com – Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSINU) Demak berkolaborasi dengan Stem Cell & Cancer Research (SCCR) Indonesia membuka Poli SCCR atau terapi berbasis stem sell dan riset kanker. Keduanya berharap perluasan layanan tersebut menambah manfaat bagi masyarakat.

Peluncuran Poli SCCR diawali dengan Workshop – Advance Stem Cells Secretome In Clinical Practice dilanjutkan dengan penandatangan naskah kerja sama antara RSINU Demak dilakukan oleh direktur dr. Abdul Aziz. M.Kes, MKM (ARS), CPCCPdan direktur CSSR Indonesia, dr Rita Agustina ,M.Biomed.

Rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan RSINU Demak di Hotel Amantis, , Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026) pagi.

Menurut Direktur RSINU Demak, dr Aziz, dengan dibukanya poli SCCR pada hari ini, maka saat ini RSINU Demak didukung 16 poli kesehatan dalam operasional memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Poli SCCR ini merupakan bagian dari upaya RSINU Demak dalam merespons dinamika perkembangan ilmu kedokteran yang dalam beberapa dekade terakhir berlangsung sangat cepat,” kata dokter Aziz dalam sambutan kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, dahulu pelayanan kesehatan hanya berfokus pada mengobati penyakit. Namun kini paradigma telah berkembang menjadi 4 P Medicine yang meliputi; Predictive Medicine (memprediksi risiko penyakit), dan Preventive Medicine (mencegah penyakit).

Selain itu, lanjutnya, Personalized Medicine (terapi yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien) dan Participatory Medicine (melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan).

Dijelaskannya, metode pengobatan Regenerative Medicine pada stem sell ini dapat menstimulasi tubuh melakukan perbaikan sel atau meregenerasi jaringan dan fungsi organ pada kondisi tertentu melalui pendekatan ilmiah yang terus berkembang.

Dia menambahkan, terapi berbasis SCCR bukanlah terapi ajaib dan bukan pula terapi yang dapat menjamin kesembuhan semua penyakit. Melainkan, dalam dunia kedokteran modern, setiap terapi harus diberikan berdasarkan indikasi medis yang tepat, bukti ilmiah, pertimbangan dokter, serta keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

Dengan pendekatan ini, ujarnya, terapi regeneratif berpotensi memberikan manfaat pada sebagian pasien dengan kondisi tertentu, antara lain gangguan sendi dan tulang, cedera jaringan, beberapa penyakit degeneratif, kondisi tertentu pada penyakit autoimun, pemulihan pasca-stroke dan terapi pendukung pada beberapa kasus kanker sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan pedoman yang berlaku.

Tujuan utamanya adalah membantu meningkatkan fungsi tubuh, mengurangi gejala, mendukung proses penyembuhan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Dengan diluncurkannya Poli ini RSINU Demak juga ingin membangun budaya bahwa rumah sakit bukan hanya tempat mengobati, tetapi juga tempat belajar, meneliti, berinovasi, dan terus meningkatkan mutu pelayanan. (*)

Share This Article