JAKARTA | kawanbisnis.com – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memaparkan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Mei 2026 mencapai 1,38 juta kunjungan atau meningkat 5,83 persen dibandingkan Mei 2025. Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman hingga Mei 2026 mencapai 6,07 juta atau tumbuh 7,68 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Menurutnya, capaian tersebut memperkuat optimisme terhadap sektor industri pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan dalam mendorong pertumbuhan usaha dan perekonomian masyarakat.
“Sektor pariwisata diharapkan semakin memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menpar Widiyanti, Sabtu 18/7/2026).
Ia menilai pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi Kementerian Pariwisata yang berfokus pada penguatan pasar jarak dekat dan menengah. Tren positif kunjungan wisatawan mancanegara juga tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Peningkatan turut terjadi pada perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) yang menjadi penopang utama pergerakan pariwisata dalam negeri. Berdasarkan data, perjalanan wisnus pada Mei 2026 tumbuh 8,69 persen secara tahunan. Secara kumulatif, perjalanan wisnus hingga Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan atau meningkat 2,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Catatan positif juga terlihat dari perbandingan antara kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri. Jumlah kunjungan wisman tercatat lebih tinggi 0,83 juta dibandingkan jumlah warga negara Indonesia yang bepergian ke luar negeri. Surplus tersebut meningkat 15,48 persen secara tahunan.
Menurut Menpar, capaian tersebut mencerminkan semakin besarnya kontribusi sektor pariwisata terhadap penerimaan devisa negara. Kementerian Pariwisata akan terus menjaga tren pertumbuhan melalui penguatan konektivitas, peningkatan kualitas destinasi, penyelenggaraan event, serta promosi yang semakin terarah.
“Dengan demikian, sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Untuk mendukung kontribusi tersebut, Kementerian Pariwisata menjalankan lima program unggulan, yakni peningkatan keselamatan berwisata, pengembangan desa wisata, pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, serta Tourism 5.0.
Kelima program unggulan tersebut akan terus diakselerasi untuk membangun masa depan pariwisata Indonesia yang semakin inklusif, berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain itu, Widiyanti juga menyebut peningkatan daya saing pariwisata Indonesia, khususnya pada segmen wisata ramah Muslim. Indonesia meraih penghargaan Muslim Friendly Destination of the Year dalam ajang Global Muslim Travel Index Awards 2026.
“Penghargaan ini penting karena pasar wisata ramah Muslim merupakan salah satu segmen pariwisata dengan pertumbuhan tercepat. GMTI memproyeksikan jumlah wisatawan Muslim pada 2026 mencapai 208 juta dan meningkat menjadi 262 juta pada 2030, dengan nilai pasar sebesar 310 miliar dolar Amerika Serikat,” katanya.
Indonesia berhasil naik tiga peringkat dari posisi kelima pada periode sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan konsistensi Indonesia dalam membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global.
Capaian itu tidak terlepas dari berbagai upaya Kementerian Pariwisata bersama para mitra, antara lain Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Bank Indonesia.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penguatan promosi, peningkatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil di desa wisata, serta peluncuran Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) sebagai acuan bagi pemerintah daerah dan industri dalam meningkatkan daya saing destinasi.


