Tren Positif Industri Pariwisata Indonesia, Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Meningkat ke Luar Negeri Turun

6 Min Read
Tren Positif Industri Pariwisata Indonesia, Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Meningkat ke Luar Negeri Turun. Foto: dokumentasi

Dari sisi layanan, Kementerian juga melakukan pemetaan destinasi wisata ramah Muslim secara dan terus mendorong implementasi panduan wisata ramah Muslim untuk meningkatkan standar pelayanan di berbagai destinasi.

Dampak Event

Sektor pariwisata turut memberikan dampak ekonomi nyata melalui penyelenggaraan berbagai event selama Januari hingga Juni 2026. Salah satunya melalui Karisma Event Nusantara (KEN), program yang menghimpun 125 event unggulan di 38 provinsi.

Menpar menjelaskan, hingga 30 Juni 2026 telah terselenggara 39 event KEN. Sebanyak 28 event di antaranya telah dikaji dampak ekonomi dan sosialnya.

Event-event tersebut berhasil menarik 2,46 juta pengunjung, baik mancanegara maupun wisatawan nusantara, melibatkan lebih dari 7.200 UMKM, serta menyerap lebih dari 61 ribu tenaga kerja. Total perputaran ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp196,67 miliar.

Selain Karisma Event Nusantara sebagai program strategis, Kementerian Pariwisata sepanjang 2026 juga akan memberikan dukungan terhadap 45 event nasional dan 94 event internasional.

Dari 17 event internasional dan delapan event nasional yang didukung Kementerian Pariwisata selama Januari hingga Juni 2026, tercatat lebih dari 614.731 pengunjung, keterlibatan 1.326 UMKM, serta partisipasi lebih dari 18 ribu pekerja seni dan anggota komunitas. Estimasi perputaran ekonomi dari penyelenggaraan event tersebut mencapai Rp661,15 miliar.

Event pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran atau MICE juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Hingga akhir Juni 2026, terdapat 11 agenda MICE yang didukung Kementerian Pariwisata dan dua di antaranya telah selesai dikaji.

Dua event tersebut menghasilkan potensi transaksi sebesar Rp485,5 miliar serta potensi devisa sekitar Rp347,6 miliar.

“Kami meyakini hingga akhir 2026 penyelenggaraan event akan terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. Dampaknya juga akan semakin besar melalui efek berganda yang tercipta. Jadwal agenda hingga akhir 2026 dapat diakses melalui platform Visit Indonesia di www.indonesia.travel,” kata Menpar Widiyanti.

Menpar menegaskan, rangkaian capaian pada semester I 2026 semakin memperkuat optimisme bahwa pariwisata merupakan salah satu pilar utama dan motor penggerak ekonomi masa depan Indonesia.

Kolaborasi dan sinergi antarpemangku kepentingan akan menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus memastikan manfaat pembangunan pariwisata dapat dirasakan secara luas.

“Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis mampu membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, berdaya saing global, serta mampu mendistribusikan manfaat ekonomi secara merata hingga ke masyarakat di tingkat desa,” katanya. (*)

Share This Article