Jatma Aswaja Tak Sekedar Organisasi Tarekat, Teladani Pendiri Syadzily Sang Sufi yang Sukses Berbisnis

3 Min Read
Pelantikan Jatma Aswaja se-Jateng dan DIY di Ponpes Darul Ulum Tragung Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Foto: istimewa

BATANG| kawanbisnis.com – Bertarekat (thoriqoh) bukan berarti berzikir memutar tasbih dan melepas ikhtiar untuk kehidupan duniawi sebagaimana dicontohkan oleh pendiri tarekat Syadzily, Imam Abil Hasan Ali As Syadzily.

“Orang thariqah harus memberikan kemanfaatan yang nyata untuk umat, sesuai konteks kekinian. Sufi di zaman ini tidak hanya bekerja memutar tasbih tapi harus memberi manfaat nyata untuk orang lain dan umat seperti Imam Abil Hasan Ali As Syadzily,” kata ketua Jatma Aswaja Kota Semarang, KH. , Selasa (5/5/2026).

Ia bersama semua delegasi pengurus Kota Semarang ikut serta dalam pelantikan serentak Jam’iyyah Thariqah Mu’tabaroh Ahlussunah Wal-Jamaah (Jatma Aswaja) se-Jateng dan DIY di Ponpes Darul Ulum Tragung Kecamatan Kandeman .

“Imam Syadzily seorang tokoh sufi, tapi beliau tetep bekerja dan menebarkan manfaat dan keberkahan untuk umat. Beliau adalah sufi yang masyhur dengan kekayaan harta bendanya,” jelasnya.

Menurut dia, Jatma Aswaja berusaha memberikan warna tersendiri sebagai ormas Islam, tak sebatas organisasi tarekat karena berjalan dengan meneladani pendiri tarekat Syadzily yang terkenal sebagai tokoh tasawuf yang kaya raya.

“Berpijak dari situlah Jatma Aswaja mmpunyai program yang tidak hanya suluk dan khalwat, tapi juga berbisnis, berdagang, bertani, menjadi pengusaha, dan sebagainya,” paparnya.

Adapun kepengurusan pada Jatma Aswaja tingkat kabupaten/kota dan provinsi terdiri dari dua bagian. Yakni Majelis Irsyad wan Nasihah atau Dewan Pembimbing dan Penasehat dengan komposisi rois, anggota dan a’wan, dan Tanfidziyah sebagai Eksekutif atau Pelaksana Program yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara serta beberapa lembaga. (*)

Berikut ini susunan pengurus Jatma Aswaja Kota Semarang 2026-2030

Majelis Irsyad wan Nasihah

Rois : KH. Dr. Zawawi Abdul Wahid, M.A

Anggota : KH Abdul Aziz, KH Nur Hatta Al Hafizh, Habib Ahmad bin Ali Assegaf, KH Abdul Mannan, K Sholeh Mudzofar, KH Shiddiq Purnomo, dan KH Masykur Damanhuri

A’wan; Prof. Dr. Wirawan Sumbodo, M.T, Habib Ali bin Abdurrahman Al Jufri, Habib Ahmad Mushodiq bin Zain bin Yahya, Mohammad Yusuf Ahmad Hasyim, Lc., M.A., Ph.D, dan Letkol (Purn) Amir Syarifudin.

Tanfidziyah

Ketua: KH. Agus Ramadhan, S.Pd.I

Wakil Ketua:

  • KH. Dr. M. Rikza Chamami, M.Si
  • KH. Dr. Tajudin Arafat, M.Si
  • Dr. Agus Irfan S.Hi., M.Pi.

Sekretaris : Muhammad Munir, S.Pd., M.Pd.

Wakil Sekretaris:

  • Agus Abdul Halim Mahmud, S.Pd
  • Dr. Muhammad Ihsan, S.Farm., S.H., M.H
  • Sonika Maulana, M.Eng.

Bendahara : Mukharor

Wakil Bendahara:

  • Solikin
  • Habib Hasan Novel Al Jufri
  • Tri Pudjiarso, S.T.

Share This Article