SERANG | kawanbisnis.com – Luar biasa, adalah sebuah ungkapan untuk menggambarkan kegigihan Muhammad Nurhidayat yang menggunakan kaki untuk membuat tulisan kaligrafi Arab.
Ia merupakan penyandang disabilitas asal Kampung Gorda Lio, Desa Kibin, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan sebuah hambatan untuk berkarya.
Kang Nur, demikian ia biasa disapa, membuat kaligrafi berbahasa Arab menggunakan kedua kakinya dengan spidol. Hasil karya kaligrafinya bahkan sudah dibeli oleh Gubernur Banten Andra Soni.
Meski demikian, Kang Nur belum berpuas diri. Ia terus mengembangkan bakat yang dimilikinya dan mempunyai keinginan untuk dikunjungi orang nomor satu di Kabupaten Serang yaitu Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.
Keinginannya itu diupayakan dengan menandai akun media sosial Ratu Rachmatuzakiyah sejak tahun 2025 lalu.
Pada Selasa, 4 Agustus 2026 siang, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah usai meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Kampung Kemuning, Desa Cijeruk, Kecamatan Kibin langsung mengunjungi kediaman Kang Nur, tepatnya di Kampung Gorda Lio, Desa Kibin, Kecamatan Kibin.
Hati Kang Nur pun merasa tersentuh dan terharu karena tak menyangka akhirnya bisa dikunjungi orang nomor satu di Kabupaten Serang yang didampingi Kepala Bapenda Lalu Farhan Nugraha, Kepala DPRKP Oke Oktaviana, Kepala Dinsos Yadi Priyadi Rochdian, Kepala Bidang SD Dindikbud Abidin Nasyar, dan Ketua Baznas Kabupaten Serang Ustadz Hasanudin.
”Pertama, syukur Alhamdulillah, terima kasih sudah menyempatkan waktunya berkunjung ke tempat saya di sela-sela kesibukan Ibu Bupati Serang. Semoga semakin sukses selalu,” ucapnya.
Ratu Zakiyah pun mengapresiasi kegigihan Kang Nur meski memiliki keterbatasan fisik. Keterbatasan yang dimiliki Nurhidayat mampu menginspirasi banyak orang karena mampu memanfaatkan anggota tubuh yang lain untuk berkarya.
“Saya terinspirasi dengan Kang Nur ini karena bisa membuat kaligrafi menggunakan kakinya. Dengan kondisi seperti ini saja Kang Nur sudah bisa beraktivitas untuk menambah penghasilan,” ujarnya.w
Sekadar informasi, sebelum dikunjungi Bupati Ratu Zakiyah, penyandang disabilitas Muhammad Nurhidayat terus mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Terbaru, Kang Nur mendapatkan bantuan pengembangan usaha dari Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.
Sebelumnya, Pemkab Serang juga telah membangunkan rumah Nurhidayat melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang dibiayai oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang.
“Hari ini melalui Baznas kami juga memberikan dana konsumtif untuk Kang Nur. Kemudian ada sembako dari Dinas Sosial termasuk ada buah-buahan,” kata Ratu Zakiyah.
Sebagai motivasi, Ratu Zakiyah mengajak masyarakat yang tidak memiliki kebutuhan khusus atau bukan penyandang disabilitas untuk bisa menggali potensi dan memberdayakannya untuk usaha.
”Saya berpesan kepada seluruh masyarakat yang masih memiliki anggota tubuh lengkap harus lebih diberdayakan. Untuk yang punya keterbatasan juga jangan berkecil hati,” ungkapnya.
Apresiasi pun terus diucapkan Ratu Zakiyah kepada Kang Nur yang meski memiliki keterbatasan namun masih memikirkan kebutuhan orang lain.
”Luar biasanya lagi, Kang Nur juga tadi menitipkan pesan ke saya, ‘Ibu kalau saya nanti mengusulkan rumah tidak layak huni bagaimana Bu?’ Artinya apa? Beliau masih memikirkan orang lain, walaupun kondisinya seperti ini. Jadi ini luar biasa. Maka tadi saya sampaikan ke Kang Nur, silakan dikomunikasikan nanti bisa melalui Pak Camat,” ucapnya.
”Mungkin Kang Nur pernah melihat rumah tidak layak huni di sekitar sini, silakan. Dan warga yang lain juga silakan kalau ingin menyampaikan laporan terkait warga yang kekurangan apa pun yang mungkin bisa kita bantu, Insya Allah kami bantu sesuai dengan anggaran yang kami miliki,” imbuhnya..
Sementara Ketua Baznas Kabupaten Serang Ustadz Hasanudin menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk keberlanjutan dari program bantuan yang telah diberikan sebelumnya.
”Tahun yang lalu kita sudah bangunkan rumahnya sebesar Rp25 juta. Kemudian kita bantu untuk usahanya sebesar Rp2 juta, sekarang kita bantu untuk konsumtifnya sebesar Rp2,5 juta,” ujarnya. (*)


