Empat Mobil Tangki BPBD Kabupaten Lumajang Sehari 24 Kali Kirim Air Bersih di Enam Kecamatan

2 Min Read
BPBD Kabupaten Lumajang saat mengirim bantuan air bersih di wilayah terdampak kekeringan. Foto: dokumentasi/istimewa

Kepala Bidang Kedaruratan dan Rehabilitasi , Yudhi Cahyono, mengungkapkan, meski fokus saat ini hanya di enam kecamatan, namun empat mobil tangki Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) setiap hari harus wara-wiri mengirim air bersih hingga 24 kali untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak .

Ia menyebut empat kecamatan terdampak kekeringan tersebut antara lain; Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Barat,

Yudhi menjelaskan, setiap armada mampu melakukan hingga enam kali distribusi air bersih dalam sehari sesuai kebutuhan di lapangan.

“Sejak kegiatan pendistribusian dimulai, kami terus mengoptimalkan empat armada tangki. Masing-masing armada mampu melakukan hingga enam kali pengiriman setiap hari agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya, Sabtu (1/8/2026).

Lebih lanjut Yudhi menerangkan, meningkatnya kebutuhan air bersih mendorong BPBD memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Selain mengandalkan armada milik BPBD, distribusi juga diperkuat melalui sinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Kementerian Pekerjaan Umum serta dukungan program tanggung jawab perusahaan atau Corporate Sosial Responsibility (CSR).

Sementara, Kepala SNVT PJSA BBWS Brantas, Hariyo Priambodo, menjelaskan pihaknya terus memantau kondisi sumber daya air melalui pos duga air, bendungan, waduk, jaringan irigasi, hingga aliran sungai sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan apabila dampak kemarau semakin meluas.

“Kami terus memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan serta menyiapkan langkah penanganan secara cepat agar layanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau. Di sisi lain, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar distribusi air bersih dapat berlangsung cepat, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Melalui penguatan kapasitas layanan ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih selama musim kemarau, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi kekeringan yang masih dapat berkembang. (*)

Share This Article