SEMARANG | kawanbisnis.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Haramain (Makkah dan Madinah) yang dilaksanakan oleh Program Studi (Prodi) Manajemen Haji dan Umroh (MHU) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang berdampak positif pada tren lonjakan pendaftaran calon mahasiswa baru tahun 2026.
Kepala Prodi (Kaprodi) MHU FDK UIN Walisongo Semarang, Dr. Abdul Rozaq, M.SI, AH menyebut pada tahun ini terdapat lonjakan 200 persen jika dibandingkan dengan beberapa sebelum-sebelumnya.
“Lonjakannya cukup fantastis, dari yang tiap tahun ada 100an, ya sekitar 100 sampai 120 calon mahasiswa per tahun menjadi 300an yang mendaftar,” kata Rozaq seusai pelepasan peserta KKN Internasional di Haramain yang dilaksanakan di Laboratorium FDK UIN Walisongo Semarang, Selasa (21/7/2026).
Katib Majlis Ilmi Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurra’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Semarang ini mengaku, lonjakan pendaftar mahasiswa menjadi perhatian serius dari jajarannya untuk mengelola mahasiswa baru.
“Ini menjadi PR tersendiri, dari membagi kelas, dosen dan sebagainya,” imbuh alumnus Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta..
Salah satu orang tua mahasiswa MHU, H. Ansori Naim mengatakan KKN dengan biaya mandiri sebesar Rp36 Juta tersebut terbilang murah.
“Kalau dalam pendapat saya, KKN Internasional ke Arab Saudi itu sangat murah sekali, karena waktu saya umroh itu 35 hari itu Rp35 juta cuma 13 hari, sedangkan ini sampai 36 hari biayanya 36 juta,” ujarnya.
“Kalau dalam pendapat saya ini, KKN ke Arab Saudi itu sangat mudah sekali, karena waktunya 36 hari, sedangkan saya pulang pergi ke sana umroh, itu 35 hari itu 35 juta, cuma 13 hari, sedangkan ini sampai 36 hari biayanya 36 juta.
“Andai kata kesempatan pas saya mau umroh saja saya mesti ikut di sana. Ya paling kita bisanya mendoakan sajalah, semoga anak-anak semua yang berangkat ke sana selamat, diberikan kelancaran,” sambung ayah dari Lailin Najwa Anisa ini.
Sementara Rektor UIN Walisong, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag menyebut prodi MHU sedang mengalami tren positif karena dianggap mampu menjawab kebutuhan pasar pada industri biro jasa penyelenggaraan haji dan umroh.


