Dampak Positif KKN di Makkah dan Madinah, MHU UIN Walisongo Alami Lonjakan Pendaftar Mahasiswa Hingga 200 Persen

6 Min Read
Rektor UIN Walisongo, Dekan FDK dan Kaprodi MHU berfoto bersama perwakilan mahasiswa KKN Internasional di Haramain seusai pelepasan di Laboratorium FDK UIN Walisongo. Foto: dokumentasi/istimewa

Ia bilang, mahasiswa sudah memiliki bekal ilmu manajemen, ilmu agama terkait haji dan umroh pada khususnya. Maka KKN di Makkah dan Madinah sangat dianjurkan untuk merambah ke profesionalitas untuk praktek serta berjejaring para muthawif di Arab Saudi.

“Program MHU ini sedang naik daun. Itulah sebabnya maka sekarang ini termasuk pendaftar terbesar ya , terbesar pertama tetap PAI,” ujar Rektor.

Ia menyebut, kejelian masyarakat dalam membaca prospek sejak munculnya Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) RI dari yang semula berupa Direktorat Jenderal (Dirjen) Kementerian Agama (Kemenag) RI.

“Ini kan mungkin masyarakat itu melihat ada prospek yang mengembirakan dari prodi ini. Efeknya kemudian tahun ini pendaftar mahasiswa baru program studi manajemen haji dan umroh itu mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Itulah sebabnya maka saya rasa ini sangat positif ya,” tuturnya.

Ia lanjut menjelaskan, ada banyak sekali orang yang terampil sebagai muthawif atau pembimbing haji dan umroh, namun pada umumnya mereka lahir secara kultural, bukan lahir dari suatu proses formal yang terstruktur sebagaimana kebutuhan industri.

Dengan adanya KKN Haramain ini, kata dia, mahasiswa memiliki kompetensi karena manajemen haji dan umroh itu tidak maksimal kalau kemudian hanya berhenti pada level teori, tapi tidak melihat secara langsung bagaimana prakteknya di lapangan.

“Tentu saya berharap prodi manajemen haji dan umroh ini bisa betul-betul menata diri, kemudian melakukan proses assessment yang lebih detail,” urainya.

Pria asal Demak ini berpesan agar Prodi MHU terus memperbaiki kinerja dan membaca peluang, baik terkait kebutuhan tenaga, dan kebutuhan masyarakat

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah ini ingin para dosen MHU meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam bidang manajemen haji dan umroh sekaligus juga menumbuhkan kreativitas dan inovasi

“Agar prodi ini betul-betul menjadi kompetensi, prodi ini betul-betul bisa memenuhi keinginan masyarakat dan memenuhi tuntutan market, tuntutan pasar dan ini saya rasa sangat positif dan menarik,” paparnya.

Share This Article