Terlebih UIN Walisongo Semarang termasuk yang pertama kali dalam mencetuskan Prodi MHU di Indonesia. Ia bilang, wacana membuka program studi MHU muncul saat UIN masih menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) karena kebutuhan fakultas dakwah untuk memiliki konsentrasi khusus dalam berdakwah sebagaimana di fakultas lain ada Pendidikan Profesi Advokat, Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan sebagainya..
“Nah kemudian ada satu kebutuhan tenaga profesional di masyarakat yang belum banyak dipikirkan orang, yakni tentang tenaga-tenaga yang menjadi pembimbing haji dan umroh,” tuturnya.
Wacana tersebut, sambungnya, kemudian disampaikan kepada mantan Rektor IAIN Walisongo Prof. Dr Abdul Jamil, MA yang saat itu menduduki Dirjen Haji dan Umroh Kemenag RI.
“Ini kan soal membaca peluang bagaimana fakultas dakwah ini bisa memiliki konsen tersendiri seperti fakultas yang lain,” jelasnya. (*)


